Welcome to Planet openSUSE

This is a feed aggregator that collects what openSUSE contributors are writing in their respective blogs.

To have your blog added to this aggregator, please read the instructions.


Selasa
07 September, 2010


face

Salah satu masalah utama jika akses SSH server dibuka untuk keperluan remote adalah adanya user lain (cracker, hacker) yang coba-coba mendapatkan akses masuk kedalam sistem. Hal ini bisa diantisipasi dengan berbagai macam cara, misalnya dengan mengubah port default SSH, tidak membolehkan akses root secara remote, hanya membolehkan host tertentu untuk akses dan lain-lain.

Contoh berikut adalah log cracker yang ingin mencoba masuk kedalam sistem :

Sep 6 23:44:33 myhostname sshd[22483]: Invalid user operator from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:44:37 myhostname sshd[22488]: Invalid user operator from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:44:43 myhostname sshd[22494]: Invalid user operator from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:44:46 myhostname sshd[22499]: Invalid user operator from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:44:48 myhostname sshd[22504]: Invalid user operator from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:44:51 myhostname sshd[22509]: Invalid user operator from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:44:54 myhostname sshd[22514]: Invalid user oracle from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:44:56 myhostname sshd[22519]: Invalid user oracle from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:44:59 myhostname sshd[22524]: Invalid user oracle from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:45:02 myhostname sshd[22530]: Invalid user oracle from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:45:05 myhostname sshd[22689]: Invalid user oracle from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:45:07 myhostname sshd[22773]: Invalid user oracle from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:45:10 myhostname sshd[22904]: Invalid user oracle from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:45:13 myhostname sshd[22954]: Invalid user oracle from 119.6.62.xxx
Sep 6 23:45:15 myhostname sshd[22962]: Invalid user oracle from 119.6.62.xxx

Seperti bisa dilihat pada log diatas, pengakses mencoba dictionary attack menggunakan berbagai nama user untuk mencoba akses. Meski akses tersebut gagal dilakukan, server tetap terbebani karena terpaksa melayani request yang masuk.

Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk melindungi akses SSH adalah dengan menggunakan aplikasi denyhosts. Aplikasi denyhosts melindungi ssh dengan cara memasukkan IP pengakses kedalam daftar blacklist jika beberapa kali salah memasukkan password.

Proses instalasi dan apliksinya sangat mudah. Berikut adalah proses instalasi pada openSUSE 11.3 :

  1. Buka [http://software.opensuse.org/search openSUSE Build Service]. Cari aplikasi denyhosts. Sesuaikan versi openSUSE yang digunakan. Jika tidak ada aplikasi untuk versi openSUSE yang digunakan, silakan ambil paket untuk versi yang berdekatan, misalnya SLES 11 SP1 bisa menggunakan package untuk SLES 11 atau untuk openSUSE 11.1, 11.2 atau untuk openSUSE 11.3.
  2. Install menggunakan one-click-install
  3. Review file konfigurasi /etc/denyhosts.conf. Pada distro openSUSE, denyhosts secara default akan menganalisa file log /var/log/messages, namun mungkin saja kita perlu mengubah nama file log untuk dianalisa, misalnya jika menggunakan aplikasi Zimbra, denyhosts bisa diperintahkan untuk mengakses file log /var/log/zimbra.log. Check juga mengenai jumlah maksimum kesalahan pemasukan password dan pilihan lain yang tersedia.
  4. Jika

Senin
30 Agustus, 2010


face

Akhir pekan kemarin saya berkesempatan melakukan ujicoba instalasi Zimbra Mail Server versi 6.0.8 64 bit pada Ubuntu 10.04.1 64 bit. Proses instalasi berjalan dengan lancar meski saya pribadi terakhir menggunakan Ubuntu secara intens pada tahun 2005-2006. Berdasarkan asumsi demikian, mestinya instalasi Zimbra pada Ubuntu tidak terlampau sulit meski bagi para pengguna Windows atau distro Linux lainnya yang belum pernah mencoba Ubuntu.

Berikut adalah catatan instalasi yang saya lakukan, saya bagi dalam beberapa bagian untuk memudahkan penjelasan dan pemahaman tiap tahap. Semoga bermanfaat.

Proses instalasi berikut saya lakukan pada Ubuntu Server yang dijalankan diatas KVM Virtualization milik openSUSE 11.3, dengan memory sebesar 1 GB dan harddisk virtual 20 GB. Binary Zimbra untuk Ubuntu 10.04.1 hanya tersedia untuk mesin 64 bit karenanya gunakan motherboard yang mampu mendukung sistem 64 bit.

I. INSTALASI SISTEM

Instalasi Dasar

  1. Download ISO Ubuntu 10.04.1 melalui mirror repo-repo yang ada di Indonesia, 2 diantaranya adalah server Kambing dan server ID-Repo. Saya mengambil file ISO ubuntu-10.04-server-amd64.iso
  2. Burning file ISO ke CD menggunakan CD/DVD Burner. Karena saya menggunakan mesin virtual, saya bisa secara langsung menggunakan file ISO sebagai CD ROM Media
  3. Start sistem dengan CD ROM sebagai boot pertama
  4. Ikuti wizard yang diberikan. Secara umum, hanya beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat proses instalasi ini, yaitu :
    • Jika tidak ingin membagi partisi, gunakan partisi root dan partisi swap saja. Jika menginginkan partisi terpisah, pisahkan partisi untuk /opt karena Zimbra akan diinstall dipartisi ini
    • Jangan lupa setting nama hostname untuk Zimbra, misalnya : mail
    • Untuk fleksibilitas dan kemudahan sistem, lakukan instalasi paket : DNS Server dan OpenSSH Server
  5. Selesai instalasi dan melakukan proses booting, lakukan setting IP

Konfigurasi Network

  1. Ubuntu secara default melakukan setting DHCP pada network. Untuk mengubah IP menjadi static (IP utama server wajib/seharusnya static), lakukan perubahan pada file /etc/network/interfaces dengan isi sebagai berikut (perubahan bisa menggunakan aplikasi vi atau nano, misalnya dengan perintah pada konsole : vi /etc/network/interfaces)  :
    # This file describes the network interfaces available on your system
    # and how to activate them. For more information, see interfaces(5).# The loopback network interface
    auto lo
    iface lo inet loopback
    
    # The primary network interface
    auto eth0
    iface eth0 inet static
    address 192.168.10.250
    network 192.168.10.0
    netmask 255.255.255.0
    broadcast 192.168.10.255
    gateway 192.168.10.1
    

    Silakan sesuaikan isinya dengan konfigurasi network yang anda gunakan

  2. Restart service network
    /etc/init.d/networking  restart
    
  3. Ubah file /etc/hosts menjadi seperti contoh berikut :
    127.0.0.1       localhost
    192.168.10.250  mail.vavai.info mail
    
  4. Ubah file /etc/resolv.conf agar memuat urutan DNS yang digunakan :
    nameserver 192.168.10.250
    nameserver 8.8.8.8
    nameserver 208.67.222.222
    

    IP pertama adalah IP Zimbra Server karena saya akan melakukan setting dan menggunakan DNS lokal. IP kedua adalah IP Google Public DNS, sedangkan yang ketiga adalah IP OpenDNS.

  5. Lakukan update sistem. Jika diperlukan, ubah terlebih dahulu repo Ubuntu agar menggunakan repo mirror di Indonesia agar lebih

Jumat
27 Agustus, 2010


face

Zimbra.com sudah merilis update terbaru untuk Zimbra 6.x.x yaitu rilis Zimbra versi 6.0.8. Berikut adalah beberapa tambahan feature dan perbaikan :

6.0.8 Key Enhancements:
34772 – Personas for calendar From: field
37461 – Ubuntu 10.04 LTS beta
47030 – Delegated rights for stats/cross mailbox search/certificates
48771 – ZCO propose new time functionality
44352 – zimbraPrefSpellIgnoreWord
45189 – Shared folder search in standard HTML client
46883 – Contact ranking table restored, includes a ‘forget’ link in autocomplete

6.0.8 Notable Fixes:
41683 – Don’t deploy self-signed cert over commercial if CA expired but commercial still valid
20620 – Mail deleted in IMAP but not yet purged is no longer included in ZWC item counts.
24463 – Better memcache purge after mbox move
41900 – Negative domain cache skipped when provisioning
34564 – Shared documents & cal view issues 39380 & 48819
45849 – Public cal display correct day
42181 – Attachments marked TNEF
46626 – domain admin can once again modify account aliases by default
44191 – Reindex when upgrading from 5.x
47400 – Accepted/declined invites from ZWC sync to iPhone properly
47599 – zmldappasswd -c -l for replicas
47890 – Changes for ZCO & standard client (and other api requests) regarding emailed contacts folder additions.

6.0.8 Known Issues:
49624 – After viewing an invite, if a mbox cache/restart happens between your eventual accept; appointment notes are not saved if accept is done from within email itself (no issue if accepted from calendar app – though other repo cases may exist).

Salah satu yang ditunggu dari rilis ini adalah tersedianya paket binary Zimbra untuk Ubuntu 10.04 LTS (Long Term Support). Seperti halnya SLES 11, binary untuk Ubuntu 10.04 tersedia hanya untuk versi 64 bit. Bagi pengguna mesin 32 bit yang ingin melakukan deployment Zimbra untuk live production disarankan untuk menggunakan Ubuntu 8.04. Perbedaan arsitektur dan pemilihan mesin 32 bit atau 64 bit untuk server dapat dibaca pada artikel : “Server 32 bit atau 64 bit”

Hasil testing yang saya lakukan menunjukkan bahwa instalasi Zimbra pada Ubuntu 10.04.1 LTS berjalan dengan baik dan mesin Zimbra dapat langsung siap digunakan hanya dalam waktu sekitar 1 jam. Detailnya akan saya tuliskan pada artikel terpisah.

Bagi para pengguna versi sebelumnya yang ingin melakukan upgrade versi, jangan lupa lakukan full backup sebelum menjalankan proses upgrade. Meski sekedar upgrade/update minor, jauh lebih aman jika Zimbra dibackup terlebih dahulu daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Detail untuk release notes tersedia disini :

6.0.8 Network Edition: Release Notes & Downloads

6.0.8 Open Source Edition: Release Notes & Downloads

Bagi para pengguna Zimbra di Indonesia, sudah tersedia 2 mirror Zimbra di Indonesia yang dapat dipergunakan untuk melakukan download Zimbra binary secara cepat :

  1. ftp://zimbra.pnyet.web.id/binary/6.0.8_GA/
  2. http://mirror.unej.ac.id/mirrors/zimbra/binary/6.0.8_GA/

Jika ada server lain yang berminat menjadi mirror binary Zimbra kami persilakan.

Artikel Terkait


Senin
23 Agustus, 2010


face

Hari Sabtu, 21 Agustus 2010 akhir pekan kemarin, sesuai agenda, saya berkunjung ke salah satu kantor klien di daerah Jakarta Kota, dekat pelabuhan Sunda Kelapa. Klien adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penjualan mesin dan aksesoris kapal. Implementasi yang dilakukan adalah implementasi sistem Zimbra Mail Server.

Untuk kebutuhan klien ini saya menyiapkan DVD SUSE Linux Enterprise Server 11 64 bit SP1 dan Zimbra Mail Server 6.0.7 64 bit. Sistem Zimbra akan dipasang didalam Virtual Appliance menggunakan Xen Hypervisor.

Proses instalasi berjalan lancar tanpa masalah, demikian halnya dengan proses setup dan konfigurasi sistem. Masalah terjadi saat sistem selesai dikonfigurasi dan ditest restart. Ternyata service Zimbra tidak secara otomatis berjalan setelah restart. Menjalankan service Zimbra secara manual memang berjalan sukses, namun tentu bukan pilihan yang baik untuk production server.

Saya mengamati lebih jauh, ternyata service Zimbra dijalankan oleh SLES namun service LDAP Zimbra gagal melakukan bind ke IP address Zimbra. Kegagalan ini disebabkan karena service Zimbra berjalan sebelum service network dijalankan.

Masalah ini agak aneh karena saya tidak pernah mengalami hal yang sama sebelumnya, meski sempat juga salah satu alumni training di Excellent menginformasikan hal yang sama saat ia mencoba Zimbra 6.0.7 pada SLES 11 SP1.

Setelah mengirimkan posting ke milis openSUSE (meski dengan tata bahasa demikian adanya :-P )dan mendapat beberapa clue untuk workaroundnya, akhirnya masalah service Zimbra yang tidak berjalan pada saat booting bisa selesai. Berikut adalah solusinya :

  1. Lakukan modifikasi file /etc/init.d/zimbra, tambahkan baris berikut pada bagian atas file  (dibawah bagian komentar)
    ### BEGIN INIT INFO
    # Provides:       zimbra
    # Required-Start: $network $remote_fs $syslog $time nscd cron
    # Required-Stop:  $network $remote_fs $syslog $time
    # Default-Start:  3 5
    # Description:    Zimbra mail service
    ### END INIT INFO
    
  2. Update service Zimbra
    insserv zimbra
    chkconfig zimbra on
    
  3. Test dengan melakukan restart server Zimbra

Tambahan diatas sebenarnya berfungsi sebagai perintah bagi  Zimbra untuk berjalan setelah fungsi service network, remote_fs, syslog, time, nscd dan cron dijalankan.

Update tambahan ini akan otomatis disertakan pada Zimbra 6.0.8, sesuai informasi pada Zimbra bugzilla.

Artikel Terkait


face

SUSE Linux Enterprise Server11 Service Pack 1 (SLES 11 SP1) menyertakan update terbaru Xen hypervisor, yaitu Xen versi 4.x.x selain KVM Virtualization. Versi yang sama disertakan pada openSUSE 11.3.

Bagi rekan-rekan yang menginginkan agar Xen Hypervisor Guest secara otomatis start saat host start, berikut adalah tipsnya :

A. MENGGUNAKAN XEN GUEST DETAILS

  1. Buka YAST | Virtualization | Virtual Machine Manager
  2. Klik kanan pada Localhost (Xen), pilih Connect
  3. Pilih Appliance yang ingin diset, klik kanan pilih open
  4. Klik tombol Details pada toolbar atau pilih menu View | Details
  5. Klik pada Boot Options dan berikan tanda centang pada Start Virtual Machine on Host Boot Up
  6. Klik Apply

B. MENEMPATKAN XEN BOOT SCRIPT

Jika cara diatas gagal membuat Xen Hypervisor Guest start saat boot, lakukan cara berikut :

  1. Buka konsole
  2. Pindah ke folder /etc/xen/vm dan copy isinya ke /etc/xen/auto
    su
    cd /etc/xen/vm
    cp * /etc/xen/auto
    

C. MENGUBAH KONFIGURASI IMAGE

Jika 2 cara diatas masih belum berhasil, lakukan cara berikut :

  1. Lihat nama appliance yang anda gunakan dengan perintah : xm list -l yourVM > yourVM_config
  2. Backup isi file konfigurasi : cp yourVM_config yourVM_config.backup
  3. Edit atau tambahkan isi baris berikut :
    on_xend_start start
    on_xend_stop shutdown
    
  4. Import kembali isi dari file konfigurasi :
    xm new -F yourVM_config
    

Semoga sukses :-)

Artikel Terkait


Selasa
17 Agustus, 2010


face

Salah satu distro linux favorit dari keluarga Red Hat yang pernah saya coba adalah Fedora. Waktu itu pertama kali saya mencoba Fedora Core 4, lumayan bertahan agak lama sebelum akhirnya pindah ke keluarga Debian dan openSUSE. Setelah beberapa lama kangen juga rasanya menjajal Fedora yang sekarang sudah sampai rilis 13 dengan kode nama Goddard.

Logo Fedora

Beberapa fitur yang diperbarui pada rilis Fedora 13 adalah:

  • Kernel 2.6.33.3-85.
  • Lingkungan desktop Gnome versi 2.30, OpenOffice.Org versi 3, dan mozilla firefox 3.6.3.
  • Instalasi driver printer secara otomatis, jika kita memasang printer maka secara otomatis Fedora akan menawarkan untuk menginstal drivernya secara otomatis jika diperlukan.
  • Perbaruan Aplikasi desktop, diantaranya aplikasi Shotwell untuk photo manager yang menggantikan Gthumb dan F-Spot, aplikasi Deja-dup untuk backup software, Pino Identi.ca/Twitter client aplikasi untuk microblogging, dan Simple Scan aplikasi untuk scan.
  • Peningkatan Network Manager termasuk dukungan yang lebih baik terhadap Mobile Broadband, Bluetooth, dan kemampuan command line baru.
  • Dukungan 3D untuk kartu grafis ATI (R600 dan R700) melalui driver Radeon. Pada Fedora 13, dukungan 3D terhadap kartu graphis ATI telah berubah status dari yag tadinya experimental sekarang sudah aktif secara default. Sementara dukungan 2D untuk generasi terakhir (R800) sudah terintegrasi dengan baik.
  • Penambahan Dukungan 3D yang masih bersifat eksperimental melalui driver Nouveau untuk kartu grafis NVidia. Untuk mencobanya cukup menginstal paket mesa-dri-drivers-experimental.

Kebetulan pada harddisk notebook Acer 4740G masih ada ruang kosong kurang lebih 60 GB) dan akhirnya saya putuskan untuk diinstalkan Fedora 13. Langkah pertama tentunya harus mempunyai CD/DVD installer Fedora. Untuk mendapatkan CD/DVD Fedora bisa download dari beberapa link di bawah ini:

Karena Acer 4740G ini adalah komputer dengan arsitektur 64 bit, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan DVD installer Fedora 13 x86_64.

Proses Instalasi
Selama proses instalasi berjalan lancar, tidak ada satu masalah apapun. Saya hanya sedikit “pangling” dengan tampilan instalasinya, rupanya banyak perbedaan dengan tampilan instalasi pada rilis sebelumnya.

Dukungan Hardware
Semua hardware pada Acer 4740G oleh Fedora 13 ternyata terdeteksi dengan baik. Mulai dari Wireless network Adapter Atheros AR928X, Ethernet Broadcom Corp. NetLink BCM57780 Gigabit, touchpad, webcam dan VGA nVIDIA GeForce 310M semuanya OK. Begitu juga setelah selesai instalasi semuanya langsung bisa digunakan. Yang sedikit mengganggu hanya VGA GeForce yang belum optimal, belum bisa support 3D karena drivernya belum terinstal.

Waktu
Waktu yang dibutuhkan selama proses instalasi ternyata tidak terlalu lama, kurang lebih 30 menit instalasi sudah selesai.

Hasil Instalasi
Seperti halnya distro besar lain yang hanya menyertakan aplikasi berlisensi GPL,  Fedora 13 belum menyertakan beberapa aplikasi seperti plugin flash player, codec multimedia, tambahan aplikasi Sound & Video (vlc, audacious, audacity dan kino) dan berbagai aplikasi lainnya yang free namun non open source. Hasil instalasi Fedora 13 pada Acer 4740G tampak terlihat pada gambar di bawah ini.

Fedora 13 “Goddard” yang dirilis pada tanggal 25 Mei 2010 ini merupakan siklus rilis 6 bulanan, seperti halnya Ubuntu.namun sedikit berbeda dengan openSUSE yang menganut sistem rilis 8


Minggu
15 Agustus, 2010


face

Posting ini menjelaskan tentang bagaimana menampilkan Google Calendar di desktop ubuntu Anda dengan menggunakan Conky dan Gcalcli (sebuah tool yang dapat anda gunakan untuk memanage Google Calendar melaui Command Line). Untuk pengguna distro lain tentunya tinggal menyesuaikan saja :)

Jika Anda sudah mempunyai Conky yang terinstal pada sistem Anda dan ingin menampilkan Google calendar di desktop menggunakan Conky, Anda tinggal melihat How-to untuk menjalankannya.

1. Install Gcalcli

Dengan menggunakan senjata ampuh varian debian apt-get, lakukan perintah

sudo apt-get install gcalcli

2. Konfigurasi Gcalcli

Untuk dapat menggunakan Gcalcli, Anda harus membuat sebuah file konfigurasi di home folder dimana Anda harus menambahkan Google username dan password

gedit ~/.gcalclirc

kemudian paste ini

[gcalcli]
user : username
pw: password

Ganti username dan password dengan Google username dan password anda kemudian simpan

3. Install conky

Sama seperti install Gcalcli, gunakan perintah

sudo apt-get install conky

4. Konfigurasi Conky untuk menampilkan Google Calendar di desktop Anda

gedit ~/.conkyrc

dan paste ini

alignment top_right
background no
border_width 0
cpu_avg_samples 2
default_color white
default_outline_color white
default_shade_color white
draw_borders no
draw_graph_borders yes
draw_outline no
draw_shades no
use_xft yes
xftfont DejaVu Sans Mono:size=12
gap_x 5
gap_y 60
minimum_size 5 5
net_avg_samples 2
double_buffer yes
out_to_console no
out_to_stderr no
extra_newline no
own_window yes
own_window_class Conky
own_window_type override
own_window_transparent yes
own_window_hints undecorated,below,sticky,skip_taskbar,skip_pager
stippled_borders 0
update_interval 1.0
uppercase no
use_spacer none
show_graph_scale no
show_graph_range no
text_buffer_size 8096</p>
TEXT
${execi 300 gcalcli --nc --cals=owner calw 4}

Simpan,dan jalankan conky dengan menekan Alt+F2 tuliskan conky kemudian tekan enter.

5. Setting Conky dan Google Calendar ke autostart

gedit ~/conkystart

dan paste ini

#!/bin/bash
sleep 50 &amp;amp;&amp;amp; conky

Simpan file tersebut dan sekarang masuk ke System > Preferences >Startup Applications, klik Add dan tambahkan aplikasi startup baru. Masukkan Conky di kolom the name of the app dan untuk perintahnya klik Browse dan cari file conkystart di home folder Anda.

Sekarang anda dapat menikmati Google Calendar secara langsung di desktop, dan tiap kali anda reboot sistem Google calendar itu pun akan secara otomatis tampil.

Selamat mencoba…

Artikel Terkait


face

Tutorial ini menjelaskan tentang cara mengupgrade instalasi openSUSE 11.2 desktop dan server menjadi openSUSE 11.3

Sebenarnya upgrade bisa dilakukan dengan menggunakan YaST jika terdapat modul wagon di dalamnya ( ini hanya untuk pengguna openSUSE desktop). Namun disini akan kami jelaskan tentang cara termudah mengupgrade openSUSE dengan menggunakan command line baik untuk yang versi desktop maupun server.Hal terpenting yang harus ada disini adalah koneksi internet. Namun kami sangat menyarankan untuk mengupgrade melalui DVD untuk menghindari kerusakan karena kesalahan user dalam melakukan upgrade.

Sebelum mengupgrade distribusi openSUSE, kita harus menginstal update terakhir dari openSUSE 11.2. Caranya buka terminal/konsole dan jalankan perintah

zypper repos --uri

untuk mengecek repositori yang di gunakan dan di enable di sistem. Pastikan bahwa disana terdapat baris
http://download.openSUSE.org/update/11.2/ dalam kolom uri dan yes pada kolom enabled. (dalam contoh ini aliasnya adalah repo-update dan namanya adalah openSUSE-11.2-Update, tetapi kadang ini berbeda untuk sistem yang berbeda, yang terpenting adalah kolom URI

linux-0hgc:~ # zypper repos –uri
# | Alias | Name | Enabled | Refresh | URI
–+————–+———————–+———+———+—————————————————————-
1 | repo-debug | openSUSE-11.2-Debug | No | Yes | http://download.openSUSE.org/debug/distribution/11.2/repo/oss/
2 | repo-non-oss | openSUSE-11.2-Non-Oss | Yes | Yes | http://download.openSUSE.org/distribution/11.2/repo/non-oss/
3 | repo-oss | openSUSE-11.2-Oss | Yes | Yes | http://download.openSUSE.org/distribution/11.2/repo/oss/
4 | repo-source | openSUSE-11.2-Source | No | Yes | http://download.openSUSE.org/source/distribution/11.2/repo/oss/
5 | repo-update | openSUSE-11.2-Update | Yes | Yes | http://download.openSUSE.org/update/11.2/
linux-0hgc:~ #

Jika di kolom Enabled tertulis No, Anda harus meng-enable repositori tersebut dengan menjalankan perintah

zypper modifyrepo --enable repo-update

repo-update mengacu pada kolom Alias, jika di kolom alias tertulis tidak seperti itu, misalnya http-download.openSUSE.org-82ba1b08, maka perintahnya menjadi

zypper modifyrepo --enable http-download.openSUSE.org-82ba1b08

Jika disana tidak terdapat repositori dengan URI http://download.openSUSE.org/update/11.2/ ,maka anda harus menambahkannya dengan menggunakan perintah

zypper addrepo --check --name 'openSUSE-11.2-Update' http://download.openSUSE.org/update/11.2/ repo-update

Sekarang, saatnya menginstal update terakhir

zypper refresh

zypper update

Jika sudah selesai, sekarang saatnya mengupgrade distribusi openSUSE ke 11.3. Caranya, disable semua repositori openSUSE 11.2

zypper modifyrepo --all --disable

dan enable semua repositori openSUSE 11.3

zypper addrepo --name "openSUSE-11.3 OSS" http://download.openSUSE.org/distribution/11.3/repo/oss/ repo-11.3-oss
zypper addrepo --name "openSUSE-11.3 Non-OSS" http://download.openSUSE.org/distribution/11.3/repo/non-oss/ repo-11.3-non-oss
zypper addrepo --name "openSUSE-11.3 Updates" http://download.openSUSE.org/update/11.3/ repo-11.3-update

Jika di dalam repositori openSUSE 11.2 terdapat repositori third party, maka harus di cek terlebih dahulu apakah terdapat repositori untuk openSUSE 11.3, jika ada tambahkan repositori third party tersebut dengan menggunakan perintah

zypper addrepo --name

Sebagai contoh, ketika menggunakan repositori VirtualBox

server1:~ # zypper repos –uri
# | Alias | Name | Enabled | Refresh | URI
–+—————–+——————————+———+———+————————————————————

7 | virtualbox | VirtualBox for openSUSE 11.2 | Yes | Yes | http://download.virtualbox.org/virtualbox/rpm/openSUSE/11.2
server1:~ #

Enable repositori VirtualBox untuk openSUSE 11.3 dengan perintah sebagai berikut

zypper addrepo --name "VirtualBox for openSUSE 

Minggu
08 Agustus, 2010


face

BleachBit adalah sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk membersihkan file-file “sampah” yang sudah tidak diperlukan pada sistem operasi linux. BleachBit bekerja dengan cara menghapus cache, cookies dan history pada web browser, menghapus temporary file serta diklaim mampu menghapus log dari 70 aplikasi seperti Mozilla Firefox, Filezilla, Flash, Google Chrome, gEdit, Pidgin, Adobe Reader, APT dan sebagainya.

Tampilan BleachBit pada openSUSE 11.2

Selain itu, BleachBit juga bisa digunakan untuk:

  • Mengosongkan memori dan swap.
  • Menghapus shortcuts yang rusak.
  • Menghapus history URL pada browser Firefox versi 3 tanpa menghapus seluruh filenya.
  • Menghapus Linux localizations yaitu menghapus bahasa yang tidak digunakan.
  • Membersihkan APT untuk keluarga Linux Debian, Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, dan Linux Mint.
  • Menjalankan yum clean untuk keluarga Linux CentOS, Fedora, dan Red Hat untuk menghapus cached package data.
  • Menghapus recent dokumen pada OpenOffice.org tanpa menghapus seluruh file Common.xcu.
  • Melakukan wiping pada free space harddisk anda, untuk menyembunyikan jejak file yang sudah dihapus.
  • Meningkatkan kecepatan web browser seperti Firefox dan Google Chrome.

Aplikasi BleachBit tersedia untuk sistem operasi CentOS, Debian, Fedora, Mandriva, openSUSE, Red Hat, Ubuntu juga Windows.

Instalasi BleachBit

  • Pada keluarga Debian (BlankOn, Linux Mint dan Ubuntu), dapat dilakukan melalui Terminal (klik Applications > Accessories > Terminal) dengan menjalankan perintah:

sudo apt-get install bleachbit

  • Pada keluarga Red Hat (CentOS dan Fedora), dapat dilakukan dengan menjalankan perintah:

sudo yum install bleachbit

  • Pada openSUSE, dapat dilakukan dengan menjalankan perintah:

sudo zypper install bleachbit

  • Alternatif lainnya anda bisa mendownload filenya disini.

Artikel Terkait

  • Solved : Zimbra 6.0.7 tidak Otomatis Start pada SLES 11 SP1
    Hari Sabtu, 21 Agustus 2010 akhir pekan kemarin, sesuai agenda, saya berkunjung ke salah satu kantor klien di daerah Jakarta Kota, dekat pelabuhan Sunda Kelapa. Klien adalah salah satu perusahaan yang...
  • Instalasi & Konfigurasi KVM Virtualization pada openSUSE 11.3
    KVM (Kernel-based Virtual Machine) adalah teknologi virtualisasi yang perkembangannya sangat signifikan dan dianggap sebagai salah satu kompetitor terkuat bagi Xen Hypervisor. Salah satu keunggulan ut...
  • BlankOn Rasa Windows 7
    BlankOn 6.0 menggunakan GNOME sebagai default lingkungan desktopnya. Selama ini saya lebih prefer untuk menggunakan desktop GNOME untuk kerja sehari-hari dengan pertimbangan lebih ringan, simple dan...
  • Mengaktifkan Compiz pada BlankOn 6.0
    Linux BlankOn sudah mendukung berbagai VGA Card yang beredar saat ini, termasuk VGA Card ATI Radeon Xress 1100 pada notebook Acer 5050 yang saya gunakan dan dikenali sebagai Radeon Xpress 200M. Jika V...
  • Rencana Rilis openSUSE 11.3 : 15 Juli 2010
    Jika tidak ada halangan, openSUSE 11.3 secara resmi akan dirilis pada hari Kamis, tanggal 15 Juli 2010. Rilis versi x.3 biasanya menandai versi stabil dari generasi rilis sebelum nantinya beranjak ke ...

Kamis
05 Agustus, 2010


face

KVM (Kernel-based Virtual Machine) adalah teknologi virtualisasi yang perkembangannya sangat signifikan dan dianggap sebagai salah satu kompetitor terkuat bagi Xen Hypervisor. Salah satu keunggulan utama KVM adalah terintegrasinya modul KVM dengan kernel Linux sehingga KVM bisa langsung dipergunakan pada native kernel tanpa harus melakukan patch atau melakukan instalasi kernel terpisah seperti halnya Xen Hypervisor. Beberapa vendor besar seperti Red Hat akan memfokuskan teknologi virtualisasinya pada KVM dengan menyertakan KVM sebagai default virtualization technology pada produk Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 6.0. Vendor besar lainnya, Novell sudah menyertakan KVM pada produk SUSE Linux Enterprise Server (SLES) 11 Service Pack 1.

Bagi para pengguna openSUSE, KVM juga sudah disertakan pada produk openSUSE 11.3 yang baru saja diluncurkan pada tanggal 15 Juli 2010 yang lalu. Karena manajemen KVM diintegrasikan pada YAST (tools manajemen hardware, software, system dan service pada SUSE), instalasi dan konfigurasi KVM sangat mudah dilakukan. Berikut adalah contoh instalasi dan konfigurasi KVM  pada openSUSE 11.3 64 bit.

  1. Instalasi modul KVM menggunakan YAST atau Zypper. KVM sudah disertakan secara default pada openSUSE 11.3 sehingga kita tidak perlu melakukan download secara manual. Install paket berikut : kvm, libvirt, libvirt-python, virt-utils, yast2-vm, virt-manager, virt-viewer, bridge-utils, vm-install. Cara lain untuk instalasi adalah denga memilih menu YAST | Virtualization | Install Hypervisor and Tools dan kemudian menambahkan package KVM melalui menu YAST | Software | Software Management, hanya saja cara kedua ini akan otomatis menambahkan Xen Hypervisor juga :-) .
  2. Aktifkan Virtual Daemon. Buka YAST |  System | System Services (runlevel) dan set enable untuk libvirtd
    `
  3. Buka YAST | Virtualization | Virtual Machine Manager
    `
  4. Jika belum ada pilihan “localhost (QEMU), lakukan koneksi dengan memilih menu File | Add Connection dan memilih koneksi KVM/QEMU kemudian klik Connect
    `
  5. Setelah aktif, kita bisa langsung membuat sebuah appliance dengan memilih tombol New dan mengikuti wizard yang diberikan.

Bagi yang sudah terbiasa menggunakan Xen Hypervisor pada SLES atau openSUSE, manajemen KVM Virtualization tidak berbeda penggunaannya. Hal ini karena SUSE melakukan standarisasi penggunaan Xen dan KVM dan mengintegrasikannya pada YAST.

Artikel Terkait


Selasa
27 Juli, 2010


face

Pada 15 Juli 2010 openSUSE 11.3 telah dirilis. Apa saja highlight dari openSUSE 11.3 dapat dilihat pada Portal 11.3. Selama masa RC dari pengembangan openSUSE 11.3, saya dan Larry Finger (dan openSUSE Core Testing Team yang lain) mengevaluasi sebuah bug yang cukup mengganggu yang berkaitan dengan Broadcom wireless. Bug ini berpengaruh terhadap proses instalasi openSUSE [...]


Jumat
28 Mei, 2010


face

Pada awal bulan Mei 2010 saya dikontak oleh Pak Singgih dari Dinas Pendidikan Provinsi Yogyakarta dan Pak Heru Supriyatno dari Kemkominfo untuk berdiskusi mengenai materi pelatihan open source bagi guru-guru. Pada kesempatan tersebut saya juga berkenalan dengan Pak Ari dan Pak Andi yang merupakan guru SMK yang sudah terbiasa menggunakan open source. Dinas Pendidikan, Pemuda dan [...]


Jumat
21 Mei, 2010


face

Pernahkah Anda internetan dalam sebuah warung Kopi…yg mempunyai layanan Hotspot, dan saat anda konek ke hotspot tersebut, anda langsung bisa browsingan,chating,twiteran dll….tanpa harus setting IP address lagi.itulah yang namanya DHCP (Dynamic Host Control Protocol) ,  karena dengan adanya DHCP server, Komputer Client Yang berada dalam suatu network tidak perlu lagi mengKonfigurasi IP addresnya, Karena Sudah [...]


Jumat
14 Mei, 2010



face

Secara default biasanya Lan card terdetek…sebagai eth0, eth1 dan seterusnya tergantung dari jumlah land card yg terpasang pada PC…tp bukan berarti hal tersebut tidak bisa dirubah…untuk merubah eth0 atau eth1 ke nama yg lain dapat dilakukan melalui yast maupun lewat terminal. Buka terminal dan edit file dibawah ini menggunakan editor anda #vim /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules adapun isi filenya SUBSYSTEM==”net”, ACTION==”add”, DRIVERS==”?*”, [...]


face

Ngopi Linux


face

Awalnya cuman mau iseng….mau ganti icon default apache seperti yang ada pada situs mirror http://download.opensuse.org/ (maklum lagi kurang kerjaan dimaklumi saja)  , Karena Niatnya pingin share coba aq tulis aja langkah2nya…: 1. download icon crystal di disini . 2. setelah itu coba install hasil download diatas..udah tau khan   caranya..heheh 3. pada file /etc/apache2/httpd.conf cari baris Include /etc/apache2/mod_autoindex-defaults.conf kemudian rubah [...]


face

Secure Shell atau SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data melalui saluran aman antara dua perangkat jaringan. Terutama banyak digunakan pada sistem berbasis Linux dan Unix untuk mengakses akun shell, SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam [...]


face

Kebiasaaan seorang  klien yg sering menggunakan program p2p seperti idm dan kawan2nya tentu menjadi hal yg sangat menjengkelkan, karena tentunya hal tersebut akan membuat koneksi cukup lambat..karena keampuhan software satu ini tentu akan mengganggu klien lain.bahkan mampu membuat modem HANG jika terjadi overlimit…. untuk menghindari hal tersebut tentunya perlu adanya management bandwith yg baik sehingga tidak [...]


Saydul Akram: Belajar Squid

12:21 UTC

face

hehehe…alhamdullillah setelah semalaman mendapat banyak pencerahan ilmu tentang squid oleh kakanda fendi kurniawan…akhirnya saya banyak tau sedikit tentang konfigurasi squid……n berikut ringkasan chating saya ama kanda fendi kurniawan…dan beberapa opsi konfigurasi yg disarankan idulku4: sori kanda putus koneksi tadi…. Fendi Kurniawan: ok gpp idulku4: coz aq hilangin natnya… idulku4: aq nat di kompq sj…heheh Fendi Kurniawan: ouw Fendi Kurniawan: ok deh Fendi [...]


face

Router adalah sebuah alat Jaringan Komputer yang mengirimkan Paket Data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.?Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari [...]


face

The way the kernel handles the firmware changed with the 2.6.10 kernel. New kernels can load the firmware themselves, older (pre 2.6.10) kernels need to use modem_run to load the firmware. So if you are using SuSE-9.2 or older, please follow the SuSE-9.2 page Things You Will Need Different versions of the Speedtouch [...]


Jumat
12 Maret, 2010


face

I will explain a bit more deeper about Asterisk configuration in this post, some trick and useful configuration that I found really helpful in configuring asterisk instalation. Asterisk developer really did a good job to make a complete PBX, they give the best tools to us and now it is our job to configure it. [...]


Minggu
21 Pebruari, 2010


M. Edwin Zakaria: Heartbeat dan Drbd

07:12 UTCmember

face

Dalam sebuah implementasi saya harus mengganti implementasi vrrpd (virtual router redundancy protocol) dengan heartbeat+drbd disebabkan adanya penambahan database dalam server yang digunakan. Service awal pada mesin ini hanyalah web server statis, named dan dhcpd yang relatif statis dan file-filenya saya sinkronisasi dengan rsync. Tetapi dengan adanya penambahan database (mysql) dibutuhkan sebuah mekanisme dimana data yang [...]


Selasa
22 Desember, 2009


face

medwinz note: I got a bunch of email from Indonesian gentle readers about this topic, so I decide to write in Bahasa Indonesia for the Part 4. But don’t worry, you can find the English version, hopefully very soon, in http://medwinz.blogspot.com/. Happy reading Pertama-tama terima kasih atas antusiasme rekan-rekan yang sudah nge-japri dan memberi komentar. [...]

Older blog entries ->